Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Pelatihan Belajar Menuli PGRI Gelombang ke 27

Hari / Tanggal.     : Rabu/ 31 Agustus 2022
Nara Sumber.        : Noralia Purwa Norita                                      M.Pd

     Assalamualaikum guru-guru hebat...
Malam ini kita akan belajar menulis pertemuan ke 5. Kali ini kita akan ditemani moderator kita yang super keren yaitu Ibu Mutmainah yang dikenal dengan Ibu Emut...
     Acara dimulai tidak lupa dengan pembacaan doa,agar diberi kelancaran dalam belajar menulis.   
     Seperti biasa pertemuan ini  kita akan bagi  dalam 4 sesi
1. Pembukaan
2. Paparan materi
3. Tanya jawab
4. Penutup
     Malam ini sepertinya jaringan kurang bersahabat ,sehingga saya tidak lancar untuk membuka link pengisian absensi. Semoga diberi kelancaran dalam mengikuti kegiatan menulis ini Aamiin
     Moderator membuka acara dengan kata bijak dari Pramudya Ananta Toer yaitu"Taukah kamu mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis,suaramu takkan pernah padam ditelan angin akan abadi akan jauh,jauh sampai kapanpun". Dalam sekali maknanya.
     Implementasinya dengan adanya tulisan dijaman kuno maka kita sekarang mengenal sejarah peradapan pada masa itu....
     Kemudian moderator meminta para peserta untuk membaca materi tentang "Menulis Buku dari Karya Ilmiah". 
     Acara selanjutnya yaitu materi yang disampaikan oleh Ibu Noralia P. Y sebagai Nara sumber malam ini. Menurut saya Nara sumber kita sangat imut sekali. Ilmunya jangan ditanyakan terbukti beliau dijadikan sebagai Narsum.
     Sepertinya pertemuan malam ini lain dari malam-sebelumnya.malam ini pelatihan belajar menulis  dilaksanakan dengan model diskusi, maka group tidak dikunci.
     Pertama Narsum menanyakan karya ilmiah yang pernah dibuat oleh peserta. Berbagai macam tanggapan dari peserta mereka menjawab karya-karya ilmiah yang sudah pernah mereka buat seperti skripsi,thesis,PTK dll.
     Ternyata para peserta ini berasal dari berbagai propinsi yang ada di Indonesia. Saya merasa bangga menjadi bagian dari mereka yan belajar bersama-sama.
     Kemudian Narsum menjelaskan apa saja yang termasuk ke dalam Karya Tulis Ilmiah". 
Apa saja itu? 
- bisa skripsi
- bisa tesis
- bisa PTK
- bisa karya tulis waktu SMA dulu 
- bisa artikel ilmiah
- bisa laporan penelitian

Dan masih banyak lagi. Yang penting karya tersebut ditulis berdasarkan hasil riset ilmiah.
     Karya ilmiah diatas menurut Narsum dibuat dengan penuh perjuangan namun yang berminat untuk membacanya hanya kalangan tertentu saja yang mungkin memiliki kebutuhan terhadap karya ilmiah yang kita buat.
     Untuk lebih menarik pembaca terhadap karya Ilmiah yang kita buat maka karya ilmiah ini dapat kita buat dalam bentuk buku.
Manfaatnya menurut Narsum adalah:
1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam
2. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada          keuntungan material yang dapat kita            peroleh
3. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan             publikasi ilmiah yang dapat menambah       poin angka kredit. Jadi selain                       mendapatkan poin AK dari laporan               PTK,    juga akan mendapatkan poin            dari publikasi ilmiah berupa buku tadi.        Sekali dayung 2 pulau terlampaui.

4. Jika buku hasil konversi karya ilmiah          milik kita banyak yang baca, banyak            yang beli, ada kemungkinan nama kita        sebagai penulis akan dikenal oleh                banyak orang, ini juga merupakan                keuntungan tersendiri

5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas            tanpa sekat jika sudah diubah menjadi        buku
          Menurut Narsum Cara mengkorvensi karya ilmiah menjadi sebuah buku adalah dengan:

1. Ubah judul
     Dalam karya ilmiah judul dibuat berpokus pada objek penelitia, Hilangkan materi,subjek dan tempat penelitian.
Sebagai contoh: 
Judul Tesis, *Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA* 

Ketika diubah menjadi judul buku menjadi *kiat menulis modul berbasis riset*

2. Ubah daftar isi
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
BAB 2 landasan teori
Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika
Bab 4 hasil dan pembahasan
Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)
Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET
Bab 2( APA) menjelaskan apa itu modul berbasis riset
Bab 3,4,5, dan seterusnya ( *How* ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.
Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

*Sebagai contoh* bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset

ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
*Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku*

Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

*Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku*
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media

*Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku*
Bab 4 mengenal modul 
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai…

3. Ubah sedikit isi karya ilmiah
Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan judul implementasi *Media stereofoam pembelajaran Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas*, maka yang harus dikembangkan adalah tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).
4.  Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku
5. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya
6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
7. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan  huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit
    Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah *bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja* lanjut Nara sumber, sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya
     Pada materi kali ini memang daging semua oleh karena itu saya memang mengcopi paste kata-kata dari Narsum. 
     Kemudian Narsum memberikan trik mengubah KTI menjadi artikel yaitu dengan cara:
Untuk langkahnya :
1. Abstrak 
Berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan. Tidak boleh ada sitasi dalam abstrak

2. Pendahuluan
Berisi latar belakang masalah, tinjauan Pustaka secara singkat, tujuan penelitian

3. Metode penelitian
Berisi sampel penelitian, prosedur penelitian (dalam bagan saja), analisis penelitian

4. Hasil dan pembahasan
Berisi hasil penelitian berupa grafik, tabel atau diagram serta pembahasan mengapa mendapatkan hasil demikian yang dikaitkan dengan teori yang ada

5. Simpulan
Menjawab tujuan penelitian
Daftar Pustaka diusahakan yang terbaru dan dari jurnal lain yang bereputasi juga
     Akhirnya Narsum menutup materi yang dia berikan.
     Memang mantap materinya. Sampai-sampai saya tidak bisa meresume materi dengan kata-kata sendiri karena isinya memang daging semua, saya takut salah memahaminya dan memberikan informasi yang salah kepada pembaca.
      Terima kasih moderator.
      Terima kasih Nara Sumber.

Mencari cacing didalam tanah
Tanah digali dengan kayu
Materi  mengubah karya ilmiah
Karya ilmiah menjadi  sebuah buku



Penulis


Asneli



     

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Menulis Buku PGRI, Gelombang ke 27

Belajar Menulis PGRI Gelombang 27

Belajar Menulis Buku PGRI,Gel. 27