Belajar Menulis Buku PGRI, Gelombang 27
Hari/Tanggal : Jum'at/ 23 September 2022
Tema : Konsep Buku Non Fiksi
Pertemuan ke : 15
Narasumber : Musiin, M. Pd
Moderator : Arofiah Afifi
Jalan Nangka di Pekan Baru
Ramailah orang jalan melintas
Tidak disangka menulis buku
Memasuki pertemuan kelima belas
Malam ini kita belajar lagi, untuk mendapatkan ilmu bagaimana konsep buku Non fiksi. Penasaran...? Ooo tentu saja.
Untuk pemandu acara kita ditemani oleh moderator kita yang sangat luar biasa,,, yaitu Ibu Arofiah Afifi dan narasumber kita Ibu Muslim, M. Pd.
Seperti biasa acara dimulai dari pembukaan, materi, tanya jawab dan penutup.
Sebelum acara dimulai dilakukan pembacaan doa, dengan harapan semoga dilancarkan jalannya pembelajaran ini.
Bionarasi narsum kita adalah, beliau seorang yang hobi membaca, memasak dan travelling.
Beliau berasal di Kota Tahu Taqwa, Kediri yang berprofesi sebagai seorang guru Bahasa Inggris pada SMPN Tarokan sejak tahun 1998.
Narsum kita mengikuti berbagai bentuk organisasi diantaranya
Swadaya Masyarakat YAPSI yang berdiri pada tahun 1991 yang bergerak dibidang sosial.
Kelas dilanjutkan oleh narasumber kita Ibu Muslim, M. pd
Narsum kita menceritakan bahwa beliau merupakan alumni kelas menulis gelombang 8 sudah banyak karya yang dipersembahkan diantaranya Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi.
Buku-buku karya beliau sudah terpajang indah di gramedia... Luar Biasa...
Buku yang menginspirasi narasumber kita adalah
buku ini sangat bagus sekali, penyemangat inspirasi untuk menulis buku terutama bagi penulis pemula. Dalam buku ini dituliskan tentang bakat setiap orang dari pengalaman, pengetahuan dan keterampilan. Terserah... Akan dituliskan kedalam sebuah buku atau tidak.
Sebelum menulis buku narsum menjelaskan bahwa kita harus mempunyai alasan yang kuat untuk menulis buku.
Beberapa contoh alasan menulis buku yang dikemukakannya adalah:
1. Ingin mewarisi ilmu lewat buku
2. Ingin punya buku karya sendiri
3. Mengembangkan profesi seorang guru
4. Motivasi ingin selalu belajar.
Motivasi narsum ingin menjadi seorang penulis adalah terinspirasi dari tulisan Pramoediya Ananta Toer dan Imam A Ghazali
Dilihat dari judul tema kita malam ini adalah " Konsep Buku Non Fiksi " kita kupas dari pengertian setiap kata
Konsep :
Konsep atau anggitan adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Istilah konsep berasal dari bahasa latin conceptum, artinya sesuatu yang dipahami. Wikipedia
Buku
Buku adalah kumpulan/himpunan kertas atau lembaran yang tertulis atau mengandung tulisan. Bahan-bahan tersebut bisa berbentuk potongan yang terbuat dari kayu, kertas bahkan gading gajah. Kumpulan ini dihimpun atau dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan, gambar atau tempelan.
https://id.m.wikipedia.org › wiki
Non Fiksi
karya tulis yang sifatnya berdasarkan fakta dan kenyataan serta ada kebenaran di dalamnya yang ditulis berdasarkan kajian keilmuan dan atau pengalaman serta bersifat informatif. Jenis tulisan dapat dibedakan menjadi tulisan berbentuk fiksi dan nonfiksi.27 Jan 2022
https://katadata.co.id › ... › Nasional
Contoh buku Non fiksi diantaranya yang dikemukakan narasumber diantaranya:
1. Buku Pedoman
2. Buku Teks
3. Buku Pelajaran
4. Buku Motivasi
5. Buku Filsafat
6. Buku Sains Populer
7. Kamus
8. Ensiklopedia
10. Biografi
11. Otobigrafi
12. Memoar
Ciri buku Non fiksi menurut narsum adalah
1. Menggunakan Bahasa Yang Baku Atau Formal
2. Menggunakan bahasa yang denotatif.
3. Isi buku berkaitan dengan fakta
4. Tulisan bersifat ilmiah popular
5. Hasil penemuan atau yang sudah
Tiga pola penulisan buku Non fiksi yaitu:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Pola yang digunakan narsum kita dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola "Klaster".
Bagaimana langkah-langkah nya
Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah pertama
Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survey
10. Wawancara
Narasumber kita menjelaskan untuk penulisan sebuah buku kita dapat merujuk pada :
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Berikutnya adalah tahap penulisan kerangka buku Literasi beliau
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di media sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Dalam penulisan kerangka untuk sebuah buku narsum kita juga mengikuti arahan dari Bapak Yulius Roma yang juga seorang Alumni kelas menulis gelombang delapan.
Pak Yulius Roma juga akan mengisi kelas menulis dan menjadi narsum kita pada tanggal 26 September 2022.
Dengan mengikuti arahan beliau ( Pak Yulius) tulisan menjadi rapi, terarah dan tertata rapi lanjut narsum. Dibuktikan dengan daftar isi, indeks, kutipan dan daftar Pustaka tertata secara otomatis.
Anatomi buku Non fiksi
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Anatomi buku ini sangat penting terutama jika mengikuti Uji kompetensi sebagai penulis di Lembaga Setifikasi Profesi Penulis Editor.
Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliska
Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.
Langkah keempat
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Langkah kelima
Mempublikasikan/menerbitkan
Tanya jawab
P 1.
Ijin bertanya Saya Tuti Dede dari Tangsel Banten didalam menulis non Fiksi profil pelajar pancasila.
apakah semua profil perlu ditulis, satu-satu bu.
mohon penjelasannya
Jawaban
Ibu Tuti untuk saat ini materi P5 lagi hangat. Ibu bisa memperoleh inspirasi dari you tube maupun dari Platform Merdeka Mengajar.
Secara teori kita banyak mendapatkan referensi, yang banyak dibutuhkan Bapak Ibu guru adalah implementasinya di lapangan. Jika Ibu menulis praktik-praktik baik terkait P5, pasti hal itu akan menjadi hal yang luar biasa.
P 2.
Materi yang sangat berdaging serta berbobot. ibu narasumber
Saya ucapkan terima kasih
Saya Dian dari Palembang .
Berbicara tentang buku non fiksi
Pertanyaan. Saya
1. Bisa atau bolehkah kita menulis buku dari kumpulan Artikel yang kita tulis diblog ?
Bagaimana menulis opini dan esai yang bagus
Karena biasnya terdapat banyak lomba menulis esai dan opini
Terima kasih bunda
Terima kasih Ibu Dian dari Palembang.
Bisa atau bolehkah kita menulis buku dari kumpulan Artikel yang kita tulis diblog? Jawabannya bisa Bu Dian.
Bapak Ibu nanti akan dibantu oleh tim untuk mencetak tulisan-tulisan di blog menjadi sebuah buku yang ber-ISO
Opini atau esai di dalam suatu lomba, pasti berdasar suatu tema yang telah ditentukan.
Esai atau opini yang bagus berdasarkan ketajaman analisis, pemaparan yang baik dan runtut. Uraian itu juga dilengakapi dengan argumentasi yang kuat dan dalam. Tulisan kita juga harus mudah dipahami oleh pembaca.
Itu bisa menghasilkan esai yang bagus, kita harus banyak membaca. Dengan banyak membaca, pengetahuan dan wawasan kita akan luas dan selalu update.
Terima kasih moderator atas jalannya kelas ini...
Terima kasih narasumber atas ilmu yang sangat bermanfaat.
Wassalam
Asneli
Riau
Semakin cakep dan lengkap resumenya 😊
BalasHapusMksh,,, kok blog adek ngk bisa dikomen
HapusSemakin luar biasa👍
BalasHapusMakasih komennya,,,
HapusKomplit Bu....seger bacanya kaya minum jamu✊😄
BalasHapusTerima kasih banyak telah membuat resume yang lengkap
BalasHapusSama sama
Hapus