Belajar Menulis PGRI,Gelombang 27
Hari/tanggal. : Senin/12 September 2022
Pertemuan ke. : 10
Tema. : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber. : Sudomo,S.Pt.
Malam ini tepat pukul 19.00 WIB. Pembelajaran menulis PGRI akan dipandu oleh moderator kita yaitu Pak. Sigit Purwo Nugroho. Tepat pukuk 19.02 moderator kita meminta izin untuk membuka acara menulis malam ini.
Moderator menyapa peserta menulis dan menuliskan susunan acara malam ini, yaitu :
1. Pembukaan
2. Materi
3. Tanya jawab
4. Penutup
Untuk acara selanjutnya adalah doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Narasumber malam ini adalah Bapak Sudomo ,S.Pt, kebetulan beliau juga terpilih menjadi pembimbing saya dalam kelas menulis. Penasaran dengan sosok beliau.
Moderator mengirimkan biodata dari narasumber kita, beliau adalah seorang pecinta formula Fisika, fan rangkaian cinta yang cinta mati dengan serpihan surga dibumi.
Berawal dari kegelisahan beliau untuk menumpahkan ide-ide cerita dari hal-hal kecil yang ada disekitar kita. Sehingga beliau terus belajar dan mengikuti berbagai kompetensi menulis.
Beliau sudah memiliki beberapa buku Antologi diantaranya"Coffeeshop Chronicles ( by pass 2012 ) , Dong Ayo ke Lombok ( publishing ,2012),Dear mama( Gradien Mediatana,2013) dll.
Narasumber kita adalah seorang pengajar pada " SMPN 3 LINGSAR,Lombok Barat ".
Tidak berlama-kemudian moderator menyerahkan sepenuhnya acara kepada narasumber sebagai pemateri.
Narasumber kita menceritakan latar belakang beliau sebagai tamatan sarjana peternakan,mengajar IPA, dan mencintai cerita fiksi.
Narsum adalah seorang ketua komunitas guru penggerak Kab. Lombok Barat,beliau lulusan guru penggerak angkatan 2.
Narsum kita mengambil " Alur Merdeka Guru Penggerak".
Alur MERDEKA ini meliputi
Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antarmateri, dan Aksi Nyata.
1. Mulai dari diri sendiri
Menuliskan pengalaman belajar menulis cerita fiksi, hal-hal yang menarik,kendala yang dihadapi dsb.
Narsum kita meminta setiap peserta menceritakan pengalamannya, imajinasinya dalam menumpahkan cerita, dan hambatan yang ditemui dari membuat cerita fiksi.
Narsum memberikan waktu beberapa menit untuk peserta menceritakan pengalaman ketika menulis cerita fiksi.
Satu persatu peserta menuliskan ceritanya dan di shere ke WA moderator, kemudian moderator menshere ke group.
Saya baca satu persatu tulisan peserta,dari sana saya belajar mengambil inti cerita para peserta.
2. Eksplorasi konsep
Pada bagian ini narsum membagikan materi mengenai " Menulis Cerita Fiksi itu Mudah". Untuk dipelajari yang berisi :
1. Alasan belajar menulis cerita fiksi
- Salah satu penilaian AKM adalah literasi.
- Menemukan Passion dalam menulis
- Menyembunyikan dan penyembuhan diri.
- Jalan Eksploitasi kemampuan menulis
2. Syarat menulis cerita fiksi
- Komitmen dan niat yang kuat
- Kemampuan dan kemauan melakukan riset.
- Banyak membaca cerita fiksi
- Mempelajari "Kamus Besar Bahasa Indonesia".
- Memahami dasar-dasar menulis fiksi
- Menjaga konsistensi menulis.
3. Bentuk cerita fiksi
Fiksiminis
Beberapa kata yang menggambarkan satu cerita utuh.
Flash fiction
Jumlah kata harus misalnya 50-100 Kata.
Pentigraf
Cerita Pendek 3 paragraf
Cerpen
Jumlah kata< 7500 kata
Novelet
Jumlah kata mulai 7.500-17.500
Novela
Jumlah kata 17.500-40.000
Novel
Jumlah kata lebih dari 40.000 kata.
4. Unsur pembangun cerita fiksi
Tema
Premis
Alur/Plot
Penokohan
Latar/setting
Sudut Pandang
5. Cara /kiat menulis cerita fiksi
Niat
Untuk memotivasi diri dalam menulis
Baca tulisan fiksi orang lain
Cara untuk menambah literasi dan mendapatkan ide atau bahan cerita
Ide atau genre
* Segeralah menulis jika menemukan ide
* Memilih ide sesuai imajinasi
* Memilih genre sesuai yang disukai
Outline
* Membuat kerangka berdasarkan unsur pembangun cerita fiksi.
* Menentukan tema agar pembaca ruang lingkup cerita fiksi.
* Membuat premis sesuai tema
* Menentukan alur
* Penokohan
* Latar
* Sudut Pandang
Menulis
* Membuka cerita dengan dialog,kutipan,kata-kata unik, konflik
* Mengenalkan tokoh dengan pemaparan yang jelad kepada pembaca.
* Menguatkan konflik internal dan eksternal
* Memakai pertimbangan logis
* Susunan kalimat pendek dan jelas.
* Diksi yang baik
* Ending yang baik
SWASUNTING
- Dilakukan sesudah menulis
- Tidak dilakukan jetika sedang menulis
- Pokus kepada pengetikan,pemakaian kata baku,ejaan,logika dan istilah yang digunakan
- Tempatkan diri sebagai penyunting
- Siapkan kamus besar B.INDONESIA dan EYD.
Publikasi
Selanjutnya narsum memberikan contoh cerita fiksi dan meminta para peserta untuk melanjutkan sesuai dengan imajinasi masing-masing.
Dikarenakan waktu yang semakin malam langsung dibuka sedi tanya jawab diantaranya :
P1
Nama Lengkap : Gina Dwi Septiani
Gelombang : 27
Daerah : Bandung Barat
Pertanyaan : Salah satu syarat menulis fiksi yaitu mempunyai kemauan dan riset. Sering kali kemauan sudah dimiliki, riset pun sudah dilakukan, tapi ketika menuliskan masih saja mengalami kesulitan ketika menuliskan menjadi sebuah cerita. Apakah ada tips atau trik, supaya mudah menuangkan hasil riset itu menjadi sebuah tulisan? Terima kasih sebelumnya🙏🏻
Jawaban
Terima kasih pertanyaannya, Bu Gina. Tipsnya sederhana saja, yaitu bahwa riset tulisan fiksi dan nonfiksi itu berbeda. Riset fiksi tidak sedetail nonfiksi. Oleh karena itu, tinggal mengembangkan saja.
P2
Assalamu'alaikum Wr..Wb
Nama : Ahmad Fatch
dari : Bekasi
1. Apakah kejadian fakta bisa dijadikan fiksi?
2. Ketika kita melakukan kritik sosial menggunakan cerita fiksi apakah di perbolehkan?
3. Jika diperbolehkan, apakah latar harus diganti atau tetap dengan keadaan aslinya? Terimakasih.
Jawaban
Terima kasih pertanyaannya, Pak Ahmad.
1. Bisa
2. Boleh
3. Bebas saja, Pak. Tidak ada batasan dalam tulisan fiksi.
P3
Assalamualaikum wr wb
Nama : Priyadi
Gelombang : BM 27
Asal : Depok- Jawa Barat
Pertanyaan:
1. Bagaimana awalnya dari yang pecinta Formula Fisika menjadi Penulis Fiksi ?
Apakah karena merasa jenuh melihat rumus-rumus Fisika ?
2. Dari Video dijelaskan bahwa proses Kreatif menulis terdiri dari
1 Niat
2. BACA
3. IDE & GENRE
4. OUTLINE
5. MENULIS
6. SWA EDITING
7. PUBLIKASI
Pertanyaan nya Apakah Harus seperti ini.
Bagaimana saat tiba-tiba ada Ide, Apakah bisa mulai dari OUTLINE, terus MENULIS Saat mentok baru cari-cari referensi bacaan lagi ?
Terima kasih Bapak Narasumber dan Moderator,
Mohon maaf Pertanyaannya panjang 🙏🙏
Jawaban
Terima kasih pertanyaannya, Pak Priyadi.
1. Jenuh sih tidak, Pak. Awalnya hanya coba-coba akhirnya keterusan dan jadi kebiasaan;
2. Idealnya, iya, Pak. Bisa saja seperti itu. Itu hanya panduan. Selanjutnya tergantung pada kenyamanan masing-masing penulis. Silakan saja langsung eksekusi saat ada ide tanpa outline selama itu nyaman dan mudah dalam menuliskannya. Saat mentok bisa cari referensi tambahan.
Ternyata semua pertanyaan dijawab oleh narsum dengan
Singkat
Padat
Jelas👍👍👍👍👍
Ayam geprek sambal terasi
Dimakan dengan tempe goreng
Malam ini belajar berimajinasi
Cerita fiksi bagai negeri dongeng
Penulis
Asneli
Riau
Mantap ibu super kilat
BalasHapusKilat khusus tanpa prangko😀😀😀😀
HapusResumenya lengkap bu, semakin lengkap dengan pantunnya. Mantap
BalasHapusHe he,,,belum ketemu imajinasinya,,,
HapusLengkap dan keren resumenya...
BalasHapusSemangat, jangan lupa mulai susun untuk naskah buku solonya.
BalasHapuskeren ibu.. salut
BalasHapusCakep
BalasHapus