Menulis Buku PGRI, Gelombang-27
Judul : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Hari/Tanggal : Senin/26 September 2022
Pertemuan : 16
Narasumber : Yulius Roma Pantabean, S. Pd
Moderator : SIM Chung Wei, S. P.
Pergi ke palembang membeli duku
Duku dibeli jangan gratis
Kita belajar menyusun buku
Menyusun buku secara sistematis
Malam ini, memasuki pertemuan menulis buku yang ke-16, kita ditemani oleh seorang Narasumber yang sangat luar biasa begitu juga dengan moderator yang tidak asing lagi.
Baiklah kita kupas judul pertemuan kita malam ini yaitu " Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis"
Pengertian dari judul adalah:
Langkah
tahapan
Menyusun
merupakan suatu kegiatan atau kegiatan memproses suatu data atau kumpulan data yang dilakukan oleh suatu organisasi atau perorangan secara baik dan teratur”.
http://repository.ekuitas.ac.id › ...
PDFBuku
adalah kumpulan/himpunan kertas atau lembaran yang tertulis atau mengandung tulisan. Bahan-bahan tersebut bisa berbentuk potongan yang terbuat dari kayu, kertas bahkan gading gajah. Kumpulan ini dihimpun atau dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan, gambar atau tempelan.
https://id.m.wikipedia.org › wiki
Secara Sistematis
segala usaha untuk menguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya.2 Feb 2022
https://m.liputan6.com
Itulah pengertian dari judul pertemuan menulis buku kita malam ini berdasarkan pengertian setiap kata penyusunnya.
Malam ini ditempat tinggalku cuacanya kurang bersahabat, hari mendung, petir sesekali datang menyambar, tetapi hujan antara ada dan tiada. Lampu listrik mati menambah malam semakin mencekam. Dalam hati aku berdoa, lancarkan aku mengikuti kelas menulis malam ini ya Allah. Mengapa demikian? Karena semakin kesini temanya semakin membuat penasaran...
Tepat pukul 19.00 pembelajaran dimulai. Moderator membuka kelas dengan salam, kemudian menyampaikan bahwa pertemuan malam ini sebagai penentu perjalanan sampai tujuan.
Moderator memperkenalkan diri dengan menyebut nama dan tempat tugas beserta prestasi pembuatan buku yang telah terbit dan juga yang sedang diproses.
Perkenalkan, saya Sim Chung Wei di BM ini, biasa dipanggil Koko Sim, saat ini mengajar di SPK saint Peter School, Jakarta Utara.
Alumni peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 26 (Mei-Juli 2022).
Bersama rekan-rekan BM 25 dan 26 telah menerbitkan 2 buku antologi
dan sedang dalam penyusunan buku solo, mohon dukungannya.
Ternyata yang kutakutkan terjadi juga,,, sinyal hilang bersama matinya lampu, aku tidak dapat mengikuti jalannya pembelajaran menulis malam ini. Ntah sampai kapan lampu akan hidup...
Alhamdulillah tepat pukul 19.41 aku menerima kembali sinyal yang hilang tadi. Pesan WA datang bertubi-tubi,,, aku ketinggalan pembelajaran.
Ternyata moderator telah memimpin dia dan menyampaikan susunan acara malam ini seperti biasa pembukaan, materi, tanya jawab dan penutup.
Sebelum kelas dimulai narasumber memberi link tentang bionarasi dari narasumber kita. Namun link tidak bisa dibuka karena sinyal kabur ntah kemana.
Kemudian moderator kita memberikan bocoran tentang prestasi dari narasumber kita.
sedikit saya bocor kan nih apa saja aktivitas dan karya beliau : Aktif sebagai narasumber di Pelatihan Belajar Menulis dan Workshop Media Pembelajaran. Buku-buku yang telah ditulis: Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020); Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020); Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020); Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah (Penerbit Tata Akbar, 2020); Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020); Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit Eduvation, 2021); Merajut Asa Di Badai Korona (Penerbit Gemala, 2021), Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik Berpikir Kritis, Kreatif, Mandiri, dan Mampu Berkolaborasi dalam Pembelajaran yang Responsif (Penerbit ANDI, 2021), Metode Belajar Online: Kiat Sukses dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (YPTD, 2021); Antologi Cerpen Nostalgia (Catatan Pena, 2021); CLBK (Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten) Tips, Cara, Metode dan Strategi Menulis (YPTD, 2021); Guru Penggerak (Nyalanesia, 2022)
Sebelum kelas dilanjutkan moderator kita memberikan link pengisian absensi. Absensi tidak dapat dibuka karena sinyal lola.
Acara selanjutnya yaitu diserahkan kepada narsum. Narsum memperkenalkan diri
Nama lengkap "Yulius Roma Patandean, S.Pd., M.Pd". Seorang guru bahasa Inggris dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Seperti koko @Sim Chung Wei , saya juga adalah alumni program Belajar Menulis binaan @Wijaya Kusumah tepatnya gelombang sembilan. Kata narsum
Kemudian narsum melanjutkan perkenalannya.
Beberapa karya tulisan bentuk buku sudah dipaparkan juga di atas oleh koko @Sim Chung Wei . Saat ini masih sementara menggarap 2 buku, yakni *Perjalanan Implementasi Kurikulum Merdeka* dan *Antologi Puisi Kemerdekaan*. Buku pertama adalah pengalaman menjadi instruktur kurikulum merdeka sementara buku kedua adalah bagian dari program pengembangan literasi di sekolah yang saya gagas dan resmikan tepat pada tanggal 17 Agustus 2022 yang lalu. Saya mengadakan lomba menulis puisi dan semua penulis diberi penghargaan pada upacara HUT RI tersebut.
Selain itu narsum juga terlibat dalam penulisan Book Chapter dengan judul " inti Profil Pelajar Pancasila" Dalam penulisan buku ini narsum bertugas sebagai menuliskan contoh praktik baik dalam Profil Pelajar Pancasila.
Lanjut ke materi.
Dalam penyusunan/pengeditan buku yang sistematis terdapat banyak cara menurut narsum.
1. Menggunakan mendeley namun keberhasilan ditentukan oleh penulis.
2. Mencari referensi bantuan penulisan dengan cara baca contoh-contoh tulisan dari penulis pemula yang telah berhasil. Tetapi yang terbaik menulislah terus dan rasakan sensasinya ( Om Jay)
3. Akan banyak percobaan dan kesalahan kekeliruan dan kejenuan dalam menulis. Tetapi dalam titik tertentu kita hanya menulis
4. Agar mudah menyelesaikan naskah buku dimulai dari tulisan yang kita sukai.
5. Penulisan naskah dan pengeditan dapat dilakukan dengan microsof word untuk tutorial kita dapat memutar youtube dengan alamat dibawah ini
https://youtu.be/eePQwyHAcjw
Untukmembuat judul BAB dan sub judul dapat ditonton dengan youtube dibawah ini. https://youtu.be/jXPr59aWJSc
6. Setelah kita menemukan gaya/cara mengedit naskah tulisan dan melakukannya beberapa kali, tentunya kita akan memiliki wawasan sendiri suntuk terus dipraktekkan dan kalua perlu dibagikan kepada orang lain. Dunia menulis terus berkembang, dan siapa pun yang telah menulis, entah buku solo, antologi, fiksi atau non fiksi, pastinaya akan memiliki pengalaman berharga untuk dilakukan dan dibagikan.
7. Sebuah buku yang bagus tidak akan pernah membuahkan hasil jika kita tidak memiliki ide buku yang bagus pula untuk memulainya. Kita dapat menulis sesuatu dengan ide apa pun, tetapi terkadang ide itu tidak cukup untuk menyelesaikan keseluruhan buku. Maka, keterampilan menyusun naskah buku ayng berserakan sangat penting, karena itu akan membantu menyambungkan ide-ide dari bab-bab yang ada.
8.Ide bagus bisa datang dari mana saja. Dari kalimat di buku lain hingga percakapan yang kita dengar,atau bisa saja ketiak sedang menikmati secangkir kopi Toraja hangat, seperti malam ini.
9 .Setiap penulis memiliki proses yang berbeda, dan proses tersebut akan berkembang dan berkembang terus ketika kita terus menulis. Jika bapak/ibu adalah penulis pemula, pertimbangkanlah bahwa “saya harus bisa menerbitkan buku solo pertama saya” dengan cara dan gaya saya sendiri. Itu akan sangat berkesan dan bernilai.
10. Mengedit naskah buku adalah salah satu sesi yang paling akan membosankan, memakan waktu, dan sering membuat frustrasi dalam proses penulisan. Meskipun sama sekali tidak dapat dihindari, mengapa tidak membuatnya lebih mudah dengan melakukan seperti apa yang telah saya praktikkan selama ini. Seya telah terbiasa mengedit naskah tulisan saya, termasuk mengedit naskah buku-buku lainnya.
Dikarenakan sinyal tadi malam yang tidak ada membuat penulis tidak dapat melanjutkan resume nya.
Tanya jawab
P1
Nama : Darno
Asal : Morotai Maluku Utara
Pertanyaan :
1. Bagaimana anatomi buku teks pelajaran?
2. Apa itu mendeley?
3. utk desain cover apakah dari penulis atau dari penerbit yg desain?
Jawab
*Jawab P1* Halo pak Darno dari Morotai Maluku Utara, Salam kenal ya. Saya belum pernah menulis buku pelajaran, kecuali modul. Terkait anatominya mungkin tergantung pada kebutuhan pada penerbit. Bisa saja menggunakan mendeley dalam pengeditan dan finishing naskahnya.
Terkait cover biasanya sudah siap dari penerbit, tapi bisa juga penulis yang menyiapkan cover.
[26/9 20:20] +62 821-5268-7373: p2
Assalamualaikum, pak Roma Patandean
Saya Alfred dari Payakumbuh Sumatera Barat
Ijin bertanya, pak..
1. Dari penjelasan bpk tadi saya membaca ada istilah mengedit dengan Mendeley. Apakah itu software atau ekstensi dari sebuah software?
2. Saya sudah ada beberapa tulisan, tapi belum seluruhnya. Maksud saya itu mau saya jadikan buku solo. Ada nggak, tips dan trik untuk nantinya bisa menggabungkan tulisan-tulisan tersebut untuk menjadikan sebuah buku. Karena tulisan tersebut terdiri dari berbagai topik/tema?
3. Kalau menurut bapak, untuk seorang penulis pemula, baik mana menulis buku fiksi atau non fiksi terlebih dahulu?
[26/9 20:21] +62 821-5268-7373: untuk pertanyan no 1 sptnya senada denga pertanyaan dari Pak Darno. Mungkin Pak yulius bisa sedikit memberi gambar tentang Mendeley
jawab P2
Waalaikumsalam pak Alfred dari Payakumbuh, Sumatera Barat.
1. Mendeley adalah software. Bisa dieksplorasi di sini https://www.mendeley.com/
2. Tentu bisa disatukan pak, walaupun ada judul yang agak tidak nyambung satu sama lain. Terbitkanlah sebagai buku solo pak. Naskahnya nanti bisa terbit dalam model bunga rampai atau book chapter.
3. Untuk seorang penulis pemula, pilih tulisan yang paling bapak nikmati...dan konsisten di sana. Tapi tidak apa-apa juga mencoba keduanya seperti yang saya lakukan pak.
[26/9 20:29] +62 821-5268-7373: p3
Selamat malam
Nama : Ahmad Fatchudin
Dari Bekasi
1. Ketika kita sudah menemukan ide untuk menulis kemudian di tengah proses ternyata ada ide lain mengenai judul buku yang sama, apa yang harus kita lakukan apakah menyesuaikan atau tetap dengan ide sebelum nya? Mohon pencerahan nya
2. Pada poin 8 mengenai hasil dari ide ternyata berasal dari pengamatan, apakah tetap harus menggunakan referensi atau seperti apa? Jika menggunakan referensi sebaiknya di ambil dari sumber yang mana? Apakah internet atau yang lain? Terus minimal berapa sumber?
Mohon maaf 🙏🙏🙏kalu kebanyakan nanya
Jawab P3*
Selamat malam pak Ahmad Fatchudin dari Bekasi. Wah keren pertanyaannya seperti kasus yang biasa saya alami.
1. Tetap pada ide sebelumnya, ide baru yang bapak temukan yang mirip dengan ide yang bapak sudah tentukan sebagai judul besar buku, jadikan ide baru itu sebagai sebuah BAB untuk memperkuat isi buku bapak.
2. Jika bukunya non fiksi ada baiknya menggunakan referensi juga baik dari buku, jurnal atau hasil penelitian sehingga memperkaya wawasan pembaca, termasuk menambah wawasan bagi bapak selaku penulisnya. Referensi pada buku sebenanrya tidak terbatas, tapi biasanya tiga referensi untuk sebuah isu. Sumber referensi bisa dari internet, jurnal, tesis, buku-buku, hasil wawancara, dll....tapi jangan lupa cantumkan sumber referensinya. Cara menyisipkan referensi sudah saya bahas di video tutorial.
Terima kasih moderator dan Bapak Narasumber,,, ilmunya dalam sekali
Penulis
Asneli
Riau
Komentar
Posting Komentar